YUSBI YUSUF ustadz yang selama ini menjadi rohaniawan di
RSUDZA, Ustad Yusbi Yusuf turut berbagi pengalaman tentang kiprahnya
bersama empat rekannya yang lain saat memberikan penguatan religi kepada
pasien.
Sejauh ini, kata Ustad Yusbi Yusuf, pasien dan keluarga sangat menyambut baik pelayanan islami yang diterapkan rumah sakit.
Kepada setiap pasien, kata mantan penyanyi Aceh ini, pendekatan yang diberikan rohaniawan berbedabeda. Sangat tergantung dengan kondisi kesehatan jasmani dan rohani pasien.
Namun, dalam memberikan bimbingan, dirinya dan para rohaniawan lainnya melakukan pendekatan yang sangat lembut, tidak terkesan menggurui saat memberikan ajakan. “Kita tidak boleh membuat pasien tersinggung,” kata Ustad Yusbi.
Setiap orang tentunya memiliki sifat dan prilaku yang berbeda-beda. Ada yang dengan mudah diajak untuk berkomunikasi dan ada juga yang tidak bersedia. Apalagi bila kondisinya dalam keadaan sakit.
Setiap kali mendatangi pasien, Ustadz Yusbi, terlebih dahulu mengucapkan Salam. Hal senada juga dilakukan para pegawai dan dokter di rumah sakit yang memiliki visi sebagai rumah sakit terkemuka dalam pelayanan dan pendidikan yang bertaraf internasional ini.
Selain itu, pasien juga dingatkan untuk tidak meninggalkan shalat lima waktu, meski dalam keadaan sakit. Mereka juga diajarkan cara berwudhu dan tayamum.
“Mereka kita berikan wejangan bahwa sakit adalah kasih sayang Allah. Banyak sekali hikmah bagi orang sakit ketika dia menerimanya dengan penuh kesabaran,” jelasnya.
Diantara hikmah sakit yang diberitahukan kepada pasien adalah diampuninya dosa. Serta kembali mempererat silaturahmi, karena orang yang sehat akan datang berkunjung. (sl)
Sejauh ini, kata Ustad Yusbi Yusuf, pasien dan keluarga sangat menyambut baik pelayanan islami yang diterapkan rumah sakit.
Kepada setiap pasien, kata mantan penyanyi Aceh ini, pendekatan yang diberikan rohaniawan berbedabeda. Sangat tergantung dengan kondisi kesehatan jasmani dan rohani pasien.
Namun, dalam memberikan bimbingan, dirinya dan para rohaniawan lainnya melakukan pendekatan yang sangat lembut, tidak terkesan menggurui saat memberikan ajakan. “Kita tidak boleh membuat pasien tersinggung,” kata Ustad Yusbi.
Setiap orang tentunya memiliki sifat dan prilaku yang berbeda-beda. Ada yang dengan mudah diajak untuk berkomunikasi dan ada juga yang tidak bersedia. Apalagi bila kondisinya dalam keadaan sakit.
Setiap kali mendatangi pasien, Ustadz Yusbi, terlebih dahulu mengucapkan Salam. Hal senada juga dilakukan para pegawai dan dokter di rumah sakit yang memiliki visi sebagai rumah sakit terkemuka dalam pelayanan dan pendidikan yang bertaraf internasional ini.
Selain itu, pasien juga dingatkan untuk tidak meninggalkan shalat lima waktu, meski dalam keadaan sakit. Mereka juga diajarkan cara berwudhu dan tayamum.
“Mereka kita berikan wejangan bahwa sakit adalah kasih sayang Allah. Banyak sekali hikmah bagi orang sakit ketika dia menerimanya dengan penuh kesabaran,” jelasnya.
Diantara hikmah sakit yang diberitahukan kepada pasien adalah diampuninya dosa. Serta kembali mempererat silaturahmi, karena orang yang sehat akan datang berkunjung. (sl)

Tidak ada komentar:
Write komentar